Minggu, 29 April 2018

Pengertian dan Proses Live Migration


Live Migration adalah perpindahan mesin virtual dari satu host ke host lainnya yang mana perpindahan tersebut masih dalam keadaan mesin virtual yang menyala. Saat sedang melakukan proses pemindahan, proses ini tidak disadari oleh pengguna. Live Migration dapat membuat administrator untuk melakukan maintenance atau sekedar upgrade tanpa membuat mesin virtual mati.
Gambar 1 : Timeline Live Migration
  • Stage 0: Pre-Migration Dimulai dengan menyalakan VM di host A. Untuk mempercepat proses migrasi, target host penggantinya sudah dipilih sebelumnya. Jadi resource host sebelumnya dapat dipastikan cocok dengan target hostnya.
  • Stage 1: Reservation Proses dimana meminta akses dari host A ke B. Kemudian pastikan resource yang dibutuhkan di host A dapat terpenuhi di host B.
  • Stage 2: Iterative Pre-Copy Saat proses perulangan pertama, semua page dipindahkan dari host A ke B.
  • Stage 3: Stop and Copy OS yang sedang running di host A diberhentikan sementara dan meneruskan network traffic ke host B. Di akhir stage ini, proses ini terus terjadi dari host A ke B.
  • Stage 4: Commitment Host B mengirimkan pesan ke host A bahwa host B telah berhasil menerima OS Image. Host A dapat membuang VMnya dan host B menjadi host utama.
  • Stage 5: Activation VM yang sudah termigrasi di host B sudah dapat diaktivasi.
Sumber :



Selasa, 24 April 2018

Live migration with KVM #4

Solusi pada post #3 kami tangani dengan menyalakan Virtualization/ Virtualization Technology pada bios, dan butuh beberapa pengulangan pengaturan pada bios sampai virtualization tersebut berjalan. Tahap berikut kami berhasil membuat client bios menggunakan VMM, seperti gambar berikut :



Selagi menunggu instalasi pada virtual ubuntu, kami melakukan konfigurasi pada server seperti mengecek apakah kernel yang diinstal sesuai untuk server atau tidak, membuat directory sebagai tempat share file, menambahkan path ke tempat share file pada NFS seperti dibawah ini :



Tinggal menunggu virtual ubuntunya berhasil diinstall dan melakukan pengaturan pada ubuntu serta instalasi kernel dan nfs untuk client.

Live migration with KVM #3

Solusi dari permesalahan post ke-2 yakni kurangnya command sudo pada awal command, karena sudo dibutuhkan untuk menjalankan command sebagai admin. Selain itu kami mengikuti panduan di youtube dengan link : https://www.youtube.com/watch?v=cHbOgFGnAis&t=300s video tersebut menjelaskan tahapan instalasi sampai tahapan untuk mengatur NFS (Network File System). Semua tahapan berjalan lancar pada instalasi NFS, kernel, dan VMM (Virtual Mechine Manager). VMM digunakan untuk membuat dummy client yang nantinya akan dimigrasi ke server. Pada tahapan pembuatan dummy client terjadi error seperti gambar dibawah ini :


Kita sudah mengikuti beberapa sumber yang memberikan solusi mengenai error tersebut namun error tersebut masih tetap muncul. Error disini menyatakan KVM/QEMU tidak terinstal pada ubuntu, atau modul tersebut tidak sepenuhnya dapat dibuka. 

Kamis, 05 April 2018

Live migration with KVM #2

Pada percobaan kali ini, kita mencoba setting NFS namun masih ada masalah, seperti gambar dibawah :

Percobaan kali ini gagal karena tidak bisa menginstall NFSnya kemungkinan ada kesalahan saat setup NFS pada beckend store /vir/lib/libvirt/image. Dari error yang didapat sepertinya directory yang di akses ke-lock dan kami sudah coba beberapa solusi nammun belum ada yang sukses :(. Kita akan coba lagi trace dari awal untuk setting NFSnya dulu untuk dapat lanjut ke tahap berikutnya.

Beginning of live mirgration using KVM

Post ini menggunakan panduan pada website milik Joachim Nilsson, yakni : http://troglobit.com/2016/08/18/live-kvm-migration-with-virt-manager/

Tahap pertama yakni install Ubuntu, pada website dikatakan bahwa CentOS 7.2 dan Ubuntu LTS 16.04 tidak mendukung kegiatan ini. Untuk install Ubuntu kita menggunakan panduan pada website ini : https://itsfoss.com/install-ubuntu-dual-boot-mode-windows/ panduan tersebut untuk melakukan dual booting, jadi saat akan booting PC kalian bisa milih mau ke windows (OS yang kalian punya sekarang) sama Ubuntu yang nanti kalian isntall dengan beberapa tahapannya sebagai berikut :


1. Siapkan USB (tidak harus kosong asal cukup buat file Ubuntu-nya), lalu donwload Universal USB Installer. Aplikasi tersebut digunakan untuk mendistribusikan installasi saat booting (sederhananya biar flashdisknya berperan seperti cd/dvd installer ubuntu) untuk doownload aplikasinya bisa diaksis di http://www.pendrivelinux.com/universal-usb-installer-easy-as-1-2-3/ disitu juga ada cara penggunaannya.

2. Pasang USBnya dan nyalakan PC yang ingin diinstall ubuntu, kemudian tekan tombol F9/F10/F12 untuk masuk ke system booting (ini tergantung sistem yang ada pada PC)

3. Untuk tahap installasi tolong dilakukan pertahap sesuai pada panduan karena kalo ada yang kelewat bisa jadi kalian ga install ubuntunya tapi cuman nyoba doang (kalau hal ini terjadi kalian tinggal restart lagi dan ikutin dari tahap 2 saja). Silahkan baca panduan cara isntallasinya dari link website yang diberikan karena sudah sangat bagus dan ga bisa buat screenshot sendiri, kalo mau dibuat tahapannya disini, hehe :P .

Selamat mencoba.


Ini Home atau desktop saat kalian berhasil install ubuntu.